Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Karyawan Di Kantor Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan

  • Indah Yuliani
  • Maulida Putri
Keywords: Stress Kerja

Abstract

Stres kerja merupakan hasil interaksi dari beberapa faktor, yaitu pekerjaan itu sendiri sebagai faktor eksternal, dan karakter maupun persepsi pekerja sebagai faktor internal. Karyawan kantor Kelurahan Jagakarsa banyak mengalami stres kerja, yaitu 8 dari 15 pekerja (53,3%). Stres kerja yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif bukan hanya bagi pekerja, namun dapat berdampak negatif juga bagi tempat kerja. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Karyawan di Kantor Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional yang dilakukan pada tahun 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden dari jumlah populasi 115 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis bivariat dengan Uji Chi-Square. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil sebesar 8,8% responden mengalami stres berat dan 91,2% responden mengalami stres ringan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 10 variabel hanya variabel konflik kerja yang memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja (p-value = 0,015). Sebaiknya dilakukan langkah pengendalian atau manajemen stres untuk karyawan, diantaranya seperti melakukan komunikasi efektif dengan pekerja, memberikan time limit bagi setiap pekerjaan untuk mengendalikan konflik peran, memiliki wadah konsultasi bagi karyawan, mengadakan pelatihan mengenai pencegahan dan penanggulangan stres kerja, mengadakan program manajemen stres, dan mengadakan family gathering.

 

Kata kunci :   Stres Kerja

References

1. Goverment, Alberta. 2014. Psychosocial Hazard.
2. International Labour Organization (ILO). 2016. Psychosocial Risk and Work-Related Stress. diakses melalui: https://www.ilo.org/safework/areasofwork/workplace-health-promotion-and-well-being/WCMS_108557/lang--en/index.htm pada tanggal 10 November 2018.
3. Hämäläinen et al. 2017. dalam ILO: Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Pekerja Muda. Jakarta.
4. Sari, Nurvita. 2016. Stres Kerja. Universitas Andalas. Padang.
5. WHO. 2017. Depression and Other Common Mental Disordes, Global Health Estimates. Switzerland.
6. Kadek, Novi Charisma Dewi, dkk. 2014. Pengaruh Stres Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bagian Tenaga Penjualan UD Surya Raditya Negara. E-Journal Bisma Universitas pendidikan Ganesha, 2(1), h: 1-9.
7. Fitrianingsih, Astri. 2012.Hubungan antara Stres Kerja dengan Kinerja Karyawan pada Agen AJB Bumiputera 1912 Kantor Cabang Pancoran Mas Depok. Universitas Indonesia. Depok.
8. Robbins. 2013.Organizational Behavior.
9. Anies. 2014.Kedokteran Okupasi. Ar-Ruzz Media. Yogyakarta.
10. Tarwaka. 2013.Ergonomi Insdustri Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Harapan Perss. Surakarta.
11. Wahjono, Setot Imam. 2010.Perilaku Organisasi. Graha Ilmu. Jakarta.
12. Sajidi, Hadipoetro. 2014.Manajemen Komprehensif Keselamatan Kerja. Yayasan Putra Tarbiyyah Nusantara. Jakarta.
13. Mangkeunegara, Anwar Prabu. 2013.Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Remaja Rosdakarya. Bandung.
14. Soep. 2012. Stres Kerja Perawat berdasarkan Karakteristik Organisasi di Rumah Sakit. Jurnal Keperawatan Indonesia, 15(1) : 67-74.
15. Ningsih, K. W., Fitri, R. P. 2016. Pengaruh Lingkungan Fisik Terhadap Terjadinya Stres Kerja pada Pekerja Industri Bengkel Las di Kota Pekanbaru. STIKes Pyung Negeri Pekanbaru, Pekanbaru.
16. Almasitoh, U, H., 2011. Stres Kerja Ditinjau dari Konflik Peran Ganda dan Dukungn Sosial pada Perawat. Jurnal Psikologi Islam, 8(1): 63-82.
17. Jumilah, S.M., 2015. Hubungan Antara Konflik Peran Ganda dengan Stres Kerja pada Wanita di PT. Pelita Tomangmas Karanganyar. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
18. Karima, A. 2014. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Pekerja di PT X Tahun 2014. UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
19. Fink, G., 2010. Gambaran Keluhan Stres Kerja pada Pengemudi Bus Kota PPD Jakarta Tahun 2002. Universitas Indonesia, Depok.
20. Sukmono, T., 2013. Hubungan antara Karakteristik Individu dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Indonesia yang Bekerja di Qatar. Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang.
21. Rachman, S.B.P. 2017. Faktor Determinan Terhadap Stres Kerja pad Pekerja Bagian Produksi di PT. INDOGRAVURE. UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
22. Nurazizah. 2017. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Perawat di Ruang Rawat Inap Kelas III RS X Jakarta. UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta.
23. National Institute For Occupational Safety And Health (NIOSH). 2015.Stress at work.
24. Lukluk, Zuyina dkk. 2011.Psikologi Kesehatan. TB. Rahma Solo. Yogyakarta.
25. Notoadmodjo, S., 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. PT. Rineka Cipta, Jakarta.
26. Lady, L., Wahyu, S., Adu, M., 2017. Analisis Tingkat Stres Kerja dan Faktor-faktor Penyebab Stres Kerja pada Pegawai BPBD Kota Cilegon. J. Insutrial Servicess, 3(1b): 191-197.
27. Amalina, N., Huda. Hejar., 2016. Jib Stress and Its Determinants Among Academic Staff in a University in Klang Valley, Malaysia. Int Journal of Public Health and Clinical Sciences, 3(6): 125-136.
28. Astuti, Galuh Dwi. 2015.Skripsi Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stres Kerja pada Pengemudi Taksi New Atlas. Universitas Negeri Semarang. Semarang.
29. Sugeng, Sri Utami., Hadi Harry Tribowo. & Nataprawira, Rizki Kurnia. 2015. Gambaran Tingkat Stres dan Daya Tahan Terhadap Stres Perawat Instalasi Perawatan Intensif di Rumah Sakit Immanuel Bandung. Bandung : FK Universitas Maranatha.
30. Ibrahim, H., Armansyah, M., Yahya, G. N., 2016. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Pekerja Factory 2 PT. Maruki International Indonesia Makasar Tahun 2016. Al-Shihah: Public Health Science Journal, 3(1) : 60-68.
31. Karodecka, D. 2010. Handbook of Occupational Safety and Health. CRC Press, USA.
32. Arats, Miqdad. 2014. Hubungan antara Beban Kerja dan Self-Efficiscy dengan Stres Kerja pada Dosen Universitas X. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 3(1).
33. Yasa, I.W. M., 2017. Pengaruh Konflik Peran dan Ambiguitas Peran Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Mediasi Stres Kerja Pada Dinas Kesehatan Kota Bali. Jurnal Ekonomi & Bisnis, 4(1) : 38-57.
Published
2020-08-10
How to Cite
Yuliani, I., & Putri, M. (2020). Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Karyawan Di Kantor Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan. JURNAL KESEHATAN, 8(1), 47-57. Retrieved from http://stikesbanten.ac.id/ojs/index.php/Kesehatan/article/view/84